Iswadi Pratama: Lampung needs to have a cultural strategy (BAHASA News)

Iswadi Pratama: Lampung needs to have a cultural strategy (BAHASA News)

83
0
SHARE

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) – Seniman teater asal Lampung Iswadi Pratama mengingatkan bahwa daerah ini harus mempunyai strategi kebudayaan dalam konsep perencanaan pembangunannya, bukan hanya merancang pembangunan fisik semata.

“Lampung harus membangun seni dan budaya di daerahnya sendiri, agar dapat dikenali di dunia,” ujar Iswadi, di Bandarlampung, Jumat (29/11).

Pegiat dan sutradara Teater Satu Bandarlampung itu menyebutkan, semula daerah Lampung hanya dikenali sebagai provinsi yang identik dengan gajah liar dan hasil perkebunan kopinya.

“Lampung nyaris tidak dikenali dalam kiprah seni dan budayanya,” ujar dia, seraya menyebutkan dalam lingkup nasional semula hanya nama penyair asal Lampung Isbedy Stiawan ZS yang dikenali dalam khasanah sastra nasional.

Padahal kondisi masyarakat Lampung yang multietnis-multikultural dan heterogen memiliki potensi untuk berkiprah dalam bidang seni dan budaya tidak saja secara nasional, tapi juga di dunia, ujarnya lagi.

Karena itu, dia mengeritisi kebijakan perencanaan pembangunan yang hanya mengedepankan pembangunan fisik, dan mengabaikan pembangunan seni dan kebudayaan serta mental dan moral masyarakat Lampung.

Menurut dia, pembangunan fisik dan seni budaya serta mental dan moral masyarakat seharusnya dapat diseimbangkan untuk menciptakan masyarakat yang utuh.

Dia menyebutkan, saat ini daerah Lampung dikenal memiliki kiprah di bidang seni dan budaya, selain pada bidang sastra, juga teater dan seni pertunjukan.

Peluang Lampung dengan para pegiat seni dan budayanya untuk tampil dengan kiprahnya yang diakui di forum nasional maupun dunia menurut Iswadi, terbuka luas, sehingga perlu dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk mendorongnya bersama-sama.

Saat ini, menurut dia, selain Isbedy Stiawan ZS sebagai sastrawan Lampung yang dikenal secara nasional, sejumlah sastrawan lain termasuk dari kalangan muda mulai dikenal kiprahnya. Beberapa seniman teater dan seni peran serta seni lukis asal Lampung juga dikenal merambah ke kancah nasional yang makin menunjukkan eksistensi berkesenian di Lampung.

Iswadi sendiri mengaku sejak 1990 meminati dunia seni peran teater dan membina kelompok sastra dan teater bagi anak-anak maupun para remaja di Lampung, pilihan hati dan tekad kuat yang tetap ditekuninya hingga saat ini melalui binaan Teater Satu Bandarlampung.

Pada tahun 1996, Teater Satu diundang tampil di beberapa negara, seperti Jerman, Prancis, Belanda, dan Rumania.

Naskah Teater Satu yang ditulis Iswadi Pratama, “Nostalgia Sebuah Kota” dipentaskan dan digarap oleh kelompok tari kontemporer dunia, Jero Ballet. Pada tahun 2010–2012 Teater Satu dinobatkan sebagai teater terbaik di Indonesia versi Majalah Tempo.

Kiprah Iswadi dan Teater Satu terus berlanjut, pada tahun 2007 tampil mewakili Indonesia menerima beasiswa untuk sutradara The Rollex Mentor Art Initiative dan dibiayai magang oleh The Rollex selama satu tahun, serta mendapatkan bimbingan langsung dari Julie Tamor (Sutradara Film “The Lion King”).

“Sejak tahun 2004 saya sudah minta izin dan pamit dengan istri untuk dapat secara total berkiprah dalam bidang kesenian,” ujarnya pula. Dia pun melepas profesi jurnalis sebagai redaktur budaya di salah satu koran harian besar di Lampung.

“Saya terpaksa harus meninggalkan profesi jurnalis itu, bukan karena tidak cinta, tapi dunia berkesenian khususnya teater harus saya tekuni karena ketika semua orang berbondong-bondong meninggalkan dunia berkesenian karena alasan memilih pekerjaan yang lain, harus ada orang yang tetap berkiprah di kesenian,” ujarnya pula.

Karena itu, Iswadi bersama Teater Satu telah menyatu dan selama sekitar 23 tahun ini bertekad terus mengabdikan diri dengan tetap membuka kelas tanpa biaya bagi anak-anak dan remaja pelajar maupun mahasiswa yang berminat menggeluti seni peran (teater) dan sastra, agar kesenian dan kebudayaan di Lampung menjadi semakin berkembang dan dikenali secara nasional maupun internasional.

LEAVE A REPLY