Indonesian-Australian Artists Collaboration on Stage (Bahasa News)

Indonesian-Australian Artists Collaboration on Stage (Bahasa News)

BANDAR LAMPUNG--Ikan, nama pemuda 15 tahun asal pulau Rote akhirnya kembali, tak jadi dipenjarakan setelah polisi menangkapnya saat perahu yang ditumpangi terdampar di benua Australia. Ia disidang di hadapan hakim berwujud gurita, tapi bebas karena dibela pengacara bewujud lumba-lumba.

108
0
SHARE
"The Age of Bones", a collaboration between Indonesian-Australian artists

BANDAR LAMPUNG–Ikan, nama pemuda 15 tahun asal pulau Rote akhirnya kembali, tak jadi dipenjarakan setelah polisi menangkapnya saat perahu yang ditumpangi terdampar di benua Australia. Ia disidang di hadapan hakim berwujud gurita, tapi bebas karena dibela pengacara bewujud lumba-lumba.

Diperankan, aktor teater satu Imam Setia Hagi, Ikan akhirnya bertemu kembali dengan kedua orangtuanya. Penonton yang memenuhi gedung teater tertutup, Taman Budaya Lampung, Kamis (6/10/2016) sore, terbawa suasana haru tatkala sang ibu menyampaikan terimakasihnya kepada pengacara yang diperankan aktor asal Australia, Ella Watson sebagai akhir pertunjukan.
Pentas teater berjudul Jaman Belulang, yang disutradarai Iswadi Pratama teater satu Lampung menjadi penampilan pembuka festival teater bertajuk Festival Oktober yang digelar Komite Teater, DKL. Kolaborasi apik antara aktor tater satu dan aktor asal Australia menjadikan pementasan naskah tulisan Sandra T. Thibodeaux asal Australia sore itu menarik.

Tak hanya disuguhi peran para aktor dua negara penonton juga menikmati suguhan tata panggung yang apik, karena dilengkapi dengan video yang menjadi layar pertunjukan teater.
Ketua Komite teater DKL, Alexander GB menjelaskan kegiatan Festival Oktober merupakan panggung bagi para seniman teater lampung untuk menampilkan karya-karyanya. Ini juga menjadi cara mempopularkan seni teater di masyarakat Lampung. Festival ini akan berlangsung 6-9 Oktober 2016 di Taman Budaya Lampung.

“Banyak aktor-aktor teater hebat yang akan tampil, sehingga harapan kami akan menginspirasi para anak-anak muda Lampung, untuk terus berteater seperti mereka, bisa pentas hingga ke beberapa negara,” tutur GB.

Dalam gelaran tersebut menurut GB akan ada enam pementasan yang ditampilkan dalam festival tersebut. Selain para aktor teater Lampung seperti Teater Satu dan Komunitas Berkat Yakin, akan turut meramaikan panggung para aktor Teater Kedai (Jakarta), Kelas Acting Salihara (Jakarta).
Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Yustin Ficardo, yang juga menyaksikan pertunjukan teater sore itu, menjanjikan akan menjadikan festival teater sebagai gelaran rutin DKL. Dengan adanya pagelaran teater yang juga melibatkan aktor-aktor luar negeri seperti aktor asal Australia, dia berharap, semakin banyak wisatawan asing yang mengenal Lampung dan akan berkunjung ke Bumi Ruwa Jurai.
Sementara, seniman teater Lampung yang juga pendiri teater Satu Lampung, Iswadi Pratama menilai gelaran festival oktober menjadi festival teater terbesar di Lampung yang ada selama ini. Karena menurutnya dalam festival kali ini, DKL mampu menampilkan pertunjukan teater dengan beragam tema, dan melibatkan teater diluar Lampung.

LEAVE A REPLY